Sifat-sifat agen dalam ABM :

  • mewakili pengambil keputusan.
  • menunjukkan adaptasi dan variabilitas dalam setiap situasi.
  • umumnya adalah komponen individu yang spesifik
  • tidak selalu terpisah dari individu lainnya.
  • individu dapat saling membaur satu sama lain.
  • dapat memiliki dan berbagi informasi satu sama lain dalam batasan tertentu
  • secara umum hanya menggunakan sejumlah informasi yang terbatas dan menggunakannya dalam waktu terbatas untuk setiap keputusan (bounded rationality) (Simon, 1957). Tidak ada agen yang tau segala hal dari semua waktu. hanya menggunakan informasi yang bersifat lokal (North and Macal, 2007). Perlu dicatat bahwa sifat lokalitas ini tidak berarti bahwa individu hanya menggunakan informasi dari lingkungan sekitar yang secara fisik berhubungan dengannya tetapi juga informasi yang mungkin didapat dari saluran-saluran virtual secara langsung (telepon, email, website, instant messaging, dll).
  • agen beradaptasi dan belajar dari pengalaman sepanjang waktu. Adaptasi dan pembelajaran ini dapat bersifat mendalam (menghasilkan strategi dan perilaku yang benar-benar baru) atau dangkal (hanya menyesuaikan hal-hal tertentu untuk menghasilkan tindakan selanjutnya).

Catatan khusus: Pada saat tertentu agen tidak menunjukkan perubahan, adaptasi dan proses pembelajaran. Ini dinamakan proto-agen, sistemnya dinamakan model proto-agen. (Casti, 1998) (North and Macal, 2007)  

 

Sifat-sifat lingkungan :

  • kontributor penting dalam ABM.
  • tidak menghasilkan keputusan.
  • interaktif, dapat berubah dan berkembang sepanjang waktu.
  • menunjukkan tanda/konsekuensi dari perilaku agen di masa lalu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan di masa yang akan datang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *